Minggu, 02 Desember 2012

PidatoHUTPGRI

67



PADA UPACARA HUT PGRI KE-66

Tema
 Meningkatkan Peran Strategis Guru untuk Membangun Karakter Bangsa
Subtema:
1.   Peningkatan Kinerja Guru untuk Pendidikan Bermutu
2.   Membangun PGRI sebagai Organisasi Profesi Guru yang Kuat dan Bermartabat

Kegiatan peringatan Hari Guru Nasional dan HUT PGRI Ke-66  tahun 2011 adalah :
1.      Upacara/Resepsi HGN tahun 2011 dan HUT ke-66 PGRI
a.       Upacara Hari Guru Nasional dan HUT ke-66 PGRI dilaksanakan serentak tanggal 25 November 2011
b.      Resepsi HGN dan HUT ke-66 PGRI tahun 2011 Tingkat Nasional diselenggarakan tanggal 30 November 2011 di Sentul International Convention Center, Jakarta. Resepsi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota menyesuaikan dengan kondisi daerah masing-masing.
c.       Upacara di daerah diselenggarakan oleh panitia provinsi, kabupaten kota, cabang, unit kerja pendidikan dan sekolah-sekolah tepat pada tangga 25 November 2011.
d.      Dalam semua upacara peringatan HGN/HUT PGRI dibacakan ’Sejarah Singkat PGRI’, sambutan Ketua Umum PB PGRI, dan sambutan Menteri Pendidikan Nasional RI (mohon hubungi Diknas setempat) dan dinyanyikan lagu-lagu kebangsaan dan lagu-lagu PGRI (Mars PGRI, Dirgahayu PGRI).
e.       Pokok-pokok susunan acara sama dengan susunan upacara bendera dengan penyesuaian pada sambutan, pembacaan sejarah singkat PGRI dan nyanyian lagu-lagu PGRI.
f.       Pada saat upacara HGN dan HUT PGRI tahun 2011 seluruh guru (anggota) harus menggunakan baju seragam PGRI, batik hitam putih  motif Kusuma Bangsa dan celana atau rok hitam.

2.  Ziarah ke Makam Pahlawan atau Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan/PGRI
a.       Ziarah tingkat nasional diadakan di Taman Makam Pahlawan Kalibata Jakarta pada tanggal 24 November 2011.
b.      Di Ibu Kota provinsi, kabupaten/kota yang ada makam pahlawan, diharapkan dapat diselenggarakan ziarah ke makam pahlawan dan/atau makam tokoh pendidikan/PGRI di daerahnya yang diatur penyelenggaraannya oleh Panitia HGN dan HUT ke-66 PGRI  tahun 2011.

3.      Pertemuan Ilmiah
a.       Di tingkat nasional diselenggarakan Seminar Internasional.
b.      Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, LPMP, dan PGRI         menyelenggarakan Forum Ilmiah Guru, sesuai pedoman.
c.       Di semua jenjang, panitia diharapkan dapat diselenggarakan pertemuan ilmiah, dengan topik disesuaikan dengan tema HGN dan HUT ke-66 PGRI tahun 2011. Kegiatan ilmiah dapat berupa seminar, simposium, pelatihan, diskusi, dan sebagainya.Waktu penyelanggaraan pertemuan ilmiah sebaiknya sebelum tanggal 25 November 2011.
4.      Konsolidasi Organisasi          
a.       Pendataan kembali keanggotaan PGRI diharapkan selesai paling lambat 25 November 2011
b.      Menumbuhkembangkan rasa kepedulian dan tanggung jawab anggota terhadap organisasi, antara lain ditandai dengan pemberian KTA PGRI dan penertiban membayar iuran anggota.
c.       Penerimaan anggota baru
1.1  Guru dan tenaga kependidikan di Indonesia mencapai 4 juta orang.  Dalam upaya menjadikan PGRI organisasi yang kuat dan bermartabat perlu meningkatkan jumlah anggota.  Semua guru wajib menjadi anggota organisasi profesi guru (Pasal 41 UUGD). Anggota PGRI itu stelsel aktif, menjadi anggota harus mendaftar.  Namun begitu, pengurus perlu proaktif, melakukan sosialisasi, menyediakan formulir pendaftaran dan menerbitkan kartu anggota. Pendaftaran anggota baru terutama guru dan tenaga kependidikan di SMK, SMA, SMP, Negeri dan swasta serta sekolah-sekolah di bawah Kementrian Agama.
1.2  Anggota baru yang masuk sampai periode November 2011, akan diumumkan pada acara puncak yaitu upacara HGN dan HUT PGRI tanggal 25 November 2011
1.3   Laporan dari masing-masing Provinsi sudah diterima Pengurus Besar paling lambat tanggal 25 November 2011.
1.4   PB PGRI akan memberikan penghargaan kepada Pengurus PGRI Provinsi atau Kabupaten/Kota yang seluruh guru di daerahnya telah menjadi anggota PGRI dan penambahan anggota dengan prosentase tertinggi.
5.      Porseni
a. Kegiatan Porseni dilaksanakan berjenjang dan bekerja sama dengan Dinas pendidikan dan LPMP.
b.  Cabang yang dipertandingkan adalah Tenis Meja, Bola Voli, dan Cabang Keseian Paduan Suara.
c. Pedoman Porseni selengkapnya dituangkan dalam lembar       tersendiri.
6.  Mengadakan kunjungan ke tokoh atau mantan pengurus PGRI, tokoh PGRI, yatim piatu terutama yatim piatu anak guru.
7.  Mengadakan audiensi kepada pemerintah daerah setempat untuk berkoordinasi tentang persoalan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, dan organisasi profesi guru (PGRI).
8.   Penyebarluasan Kegiatan melalui Media
a.   Upayakan kegiatan yang dilakukan disebarluaskan kepada masyarakat, khususnya kepada anggota.
b.  Jika memungkinkan diadakan acara khusus dengan media sesuai tema, misalnya talkshow, jumpa pers.           


KONSEP
PIDATO PERINGATAN HARI PGRI KE 67
DI SMPN 1 DAYUN


1.SEJARAH SINGKAT PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA (PGRI)
Semangat kebangsaan Indonesia telah lama tumbuh di kalangan guru-guru bangsa Indonesia. Organisasi perjuangan guru-guru pribumi pada zaman Belanda berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB).
Organisasi ini bersifat unitaristik yang anggotanya terdiri dari para Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Penilik Sekolah.  Dengan latar pendidikan yang berbeda-beda mereka umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat.
Pada tahun 1932 nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB) diubah menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Perubahan nama ini mengejutkan pemerintah Belanda, karena kata “Indonesia” yang mencerminkan semangat kebangsaan sangat tidak disenangi oleh Belanda. Sebaliknya kata “Indonesia” ini sangat didambakan oleh guru dan bangsa Indonesia. 
Semangat proklamasi 17 Agustus 1945 menjiwai penyelenggaraan Kongres Guru Indonesia pada tanggal 24-25 November 1945 di Surakarta. Melalui kongres ini segala organisasi dan kelompok guru yang didasarkan atas perbedaan tamatan, lingkungan pekerjaan, lingkungan daerah, politik, agama dan suku, sepakat dihapuskan. Mereka adalah --guru-guru yang aktif mengajar, pensiunan guru yang aktif berjuang, dan pegawai pendidikan Republik Indonesia yang baru dibentuk. Mereka bersatu untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di dalam kongres inilah, pada tanggal 25 November 1945 --seratus hari setelah proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia--  Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) didirikan.
Dengan semangat pekik “merdeka” yang bertalu-talu, di tengah bau mesiu pemboman oleh tentara Inggris atas studio RRI Surakarta, mereka serentak bersatu untuk mengisi kemerdekaan dengan tiga tujuan :
1.      Mempertahankan dan menyempurnakan Republik Indonesia.
2.      Mempertinggi tingkat pendidikan dan pengajaran sesuai dengan dasar-dasar kerakyatan.
3.      Membela hak dan nasib buruh umumnya,  guru pada khususnya
Sejak Kongres Guru Indonesia itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu di dalam wadah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).
Jiwa pengabdian, tekad perjuangan, dan semangat persatuan dan kesatuan PGRI yang dimiliki secara historis terus dipupuk  dalam mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam rona dan dinamika politik yang sangat dinamis, Persatuan  Guru Republik Indonesia (PGRI) tetap setia dalam pengabdiannya sebagai organisasi perjuangan, organisasi profesi, dan organisasi ketenagakerjaan, yang bersifat unitaristik, dan independen
Untuk itulah , sebagai penghormatan  kepada guru, pemerintah Republik Indonesia dengan Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994, menetapkan hari lahir PGRI tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional , dan diperingati setiap tahun.
Semoga PGRI, guru dan bangsa Indonesia tetap jaya dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

            Pemerintah dan masyarakat memposisikan profesi guru sangat terhormat baik secar formal maupun sosial. Guru sebagai profes telah dicanangkan oleh presiden RI tanggal 2 Desember 2004. Pencangan tersebut merupakan pengakuan terhadap profesi guru sebagai profesi yang bermartabat.Hal ini diharapkan menjadi tonggak awal bangkitnya apresiasi tinggi pemerintah dan masyarakat terhadap profesi guru. Ditandai dengan adanya reformasi pengembangan profesi guru meliputi peningkatan kualifikasi dan kompetensi, sertifikasi, pemberian penghargaan, perlindungan dan perbaikan kesejahteraan.
2.    Kenyataan di dunia. Di ambil salah satu contoh Jepang.
KONON, ketika Jepang hancur lebur setelah dibom Sekutu dalam Perang Dunia II, pertama-tama yang ditanyakan pihak penguasa (Kaisar), “Berapa guru yang masih hidup?” Pertanyaan ini menunjukkan bahwa guru memegang posisi yang sangat penting dalam membangun negara yang telah hancur itu. Ternyata benar. Jepang mulai membangun negara. Dengan memulainya pada bidang pendidikan. Membangun sumber daya manusianya. Tentu ini sangat besar peran serta dari para guru- gurunya. Bahkan merekapun banyak yang bersekolah di luar negeri.Kemajuan suatu bangsa tergantung dari besarnya perhatian dan upaya bangsa yang bersangkutan dalam mendidik generasi muda.
3.    Peringatan PGRI Di Kabupaten Siak
Pada Hari ini senin tanggal 26 Nopember 2012, Hampir di seluruh sekolah di kabupaten siak Insya Allah melaksanakan upacara peringatan HUT PGRI ke 67.Pelaksana upacara umumnya adalah guru. Dan selesai upacara di ikuti dengan kegiatan tambahan baik berupa pengalungan bunga, hadiah berupa bunga dari siswa terhadap gurunya ( penghargaan ataupun ucapan terima kasih dari para siswa terhadap para guru yang telah mengajar, mendidik dan membimbing mereka). Dan semua guru pada dasarnya menginginkan para siswanya menjadi orang –orang yang berguna di masa mendatang . Baik terhadap   bangsa negara dan agama.    Sesuai dengan tema PGRI Kabupaten siak yakni “ Melalui Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 67 kita tingkatkan kompetensi profesional guru untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan yang berdaya saingsehingga para siswa/i siak cerdas, cemerlang dan gemilang “
4.      Bentuk Kegiatan  yang dilakuan diberbagi tempat lain yaitu:
a.       Ziarah ke Makam Pahlawan atau Ziarah ke Makam Tokoh Pendidikan/PGRI
b.      Pertemuan Ilmiah seperti:
Ø  Seminar
Ø  Simposium
Ø   Pelatihan
Ø   diskusi, dan sebagainya.
c.        Konsolidasi Organisasi
Ø  Pendataan kembali keanggotaan PGRI
Ø  Menumbuhkembangkan rasa kepedulian dan tanggung jawab anggota terhadap organisasi, antara lain ditandai dengan pemberian KTA PGRI dan penertiban membayar iuran anggota.
Ø  Porseni dan berbagai pertandingan
Ø  Mengadakan kunjungan ke tokoh atau mantan pengurus PGRI, tokoh PGRI, yatim piatu terutama yatim piatu anak guru.
Ø  Mengadakan audiensi kepada pemerintah daerah setempat untuk berkoordinasi tentang persoalan pendidikan, guru, tenaga kependidikan, dan organisasi profesi guru (PGRI).
                            

ooooooooo00000000ooooooooo